4/22/2013

Aku Merindukanmu, Senja Tahun Lalu



I

Sore hari, tak berarti merubah kota tua ini untuk tenang dan menikmati temaram dengan damai. Masih sama, padat merayap. Asap juga masih menyusup dan berbaur dengan rasa dan warna-warna kehidupan, menggiurkan kehidupan disini, Namun, menggerahkan lebih tepatnya. Tak tega rasanya melihat para pengendara saling beradu klakson motor dan mobil yang berasa saling menghina kenapa tak jalan-jalan, macet. Bising memang. Tapi apalah daya, kota tua ini sungguh memikat para pecinta uang dan harta dunia. Memang menggoda rasa.
Para pekerja kantoran menenteng tas kantor mereka letih. Lengan baju yang disingsingkan mempertajam keringat yang berkilauan dijejaring kulit. Wajahnya masam, penuh peluh. Berjalan saling cepat menuju pemberhentian kereta yang telah dipadati hilir manusia dengan harap sama. Sampai dirumah cepat, bertemu keluarga, dan istirahat untuk bersiap mengulangi rutinitas yang sama esoknya. Menyebalkan memang.
Sam, dia menegak air di botolnya bingal. Dia haus, pasti. Pegawai kantoran yang berperawakan model itu itu tak urung juga mendatangkan gadis yang mau menerima pegawai kantoran sepertinya.
Dia menoleh, ada kereta datang. Dia melangkah kearah pintu-pintu kereta yang berjajar dan berdecit mencoba menge-rem.

Berdesak-desakan masuk tak mau mengalah. Sam berdiri, menggelantungkan tangannya pada pegangan besi yang berjajar rapi itu. Sudah biasa, hampir setiap hari begitu.
“Terlalu banyak penduduk” celetuknya sebal
Bapak-bapak disebelahnya berdiri hanya menoleh, walaupun berada dalam posisi setuju dengan ucapan Sam barusan.
Dia memandang sekeliling, hampir sama. Para pekerja, laki-laki dan perempuan yang berbaur di dalam kereta kelas ekonomi. Laki-laki yang memakai jas dan sepatu hitam mengkilap, serta perempuan yang memakai kemeja dan rok sebatas lutut. Rata-rata seperti itu.
Ada dia, dia berbeda. Dia memakai kaos lengan panjang dan celana sebetis. Tidaklah cukup feminine, tapi cukup menawan dengan rambut panjang yang digerai dengan sepatu hak tinggi yang menghiasi kakinya. Sam, mengamatinya. Dia memang pemerhati wanita. Tapi, tidak semuanya.
Gadis itu sepertinya tak mengalihkan pandangannya dari kaca disebelahnya duduk, membuat Sam mendongak ingin tahu apa yang sedang dilihatnya. Sam melihatnya membawa buku, mencoba memicingkan matanya, judul buku itu “Senja bercinta”, Sam tersenyum.
“Yah, cantik sekali” Sam barusan memujinya
Bapak-bapak disebelahnya hanya menoleh dengan mencoba mencari tahu siapa sebenarnya yang cantik. Sam, kembali bergumam.
“Apakah dia pecinta senja> Dia sedang melihat senja.”
“Hei, anak muda. Kamu sedang melihat siapa> Bidadari Senja” sahut bapak disebelahnya penasaran.
“oh Tuan, dia cantik sekali yang pake kaos itu” Sam menunjukkan gadis itu.
Gadis itu bergerak, Sam mulai risau. Apakah gadis itu harus secepat itu turun> Sam belum tahu namanya> Padahal sering sekali sam menyayangkan gadis cantik yang turun dari kereta lebih dulu darinya.
“Sayang sekali dia turun”
“Cih, dasar anak muda” Bapak itu tersenyum getir melihat Sam.
Sam tak tega melepas kepergiannya, padahal sam yakin masih banyak gadis-gadis cantik yang akan membuatnya terpesona, dasar lelaki. 

Sam sendiri bergidik dengan tingkahnya. Gadis itu melangkah melewatinya, aroma vanilla menyebar. Membuat bulu kuduk sam berdiri. Gadis itu mungil, dengan hak tinggi nya tidak lebih tinggi dari Sam. Sam berasa melihat bulan jatuh kala itu. Sam merutuk kenapa dia tidak mengambil pintu dibelakang Sam, biar bisa lama-lama mencium wangi vanilla yang menggelitik itu, dia berjalan ke gerbong sebelah. Sam dongkol mengikuti nafsu lelakinya. Sedikit mengintip di sela-sela tubuh yang rapat memenuhi kereta sore itu, ‘kemana gadis itu pergi’ batinnya. ‘Bodoh, dia turun lah’ umpatnya pada diri sendiri. 
Tapi sesaat tidak terlihat lagi. Kemudian kereta berhenti, pintu dibelakang Sam otomatis terbuka, penumpang ada yang naik dan turun. Sam terdorong hingga menempelkan mukanya di kaca samping pintu kereta itu, betapa beruntungnya dia. Melihat gadis itu lagi, sedang memelototi HPnya, kemudian menyapa laki-laki diseberang. Sam seketika kalang kabut, otaknya membuncah dan hatinya remuk redam, dia sudah mempunyai kekasih. Sam menertawai dirinya. Segera berdiri dan memperbaiki posisinya. Pintu kereta tertutup kembali. Dia kembali ke gantungan pergelangan besi itu lagi.
“Tidak! Aku tidak beruntung”
“Hei… Kamu kenapa>” bapak-bapak disampingnya heran melihat tingkah konyol Sam.
“Ternyata gadis itu sudah mempunyai kekasih” dengan mengusap mukanya lamat. Mengerjapkan matanya berat. Dia mulai melonggarkan kancing kemejanya, dirasa panas mendera.
“kenapa tiba-tiba panas” mengibas-kibaskan kemejanya dengan tangan kiri dan tangan kanan tetap setia bergelantungan.
“Haha, baru segitu saja kamu sudah mundur. Dasar anak muda. Aku turun dulu” Bapak-bapak itu kemudian melenggang seraya menepuk pundak Sam.
“oh, stasiun berikutnya. Terimakasih tuan. Hati-hati” Lambai Sam.
Beberapa stasiun kemudian Sam turun. Melangkah gontai, Sebenarnya masih terlalu jauh untuk jalan kaki, biasanya 3 hari dalam seminggu Sam naik bus. Tapi Sore itu Sam memutuskan untuk jalan kaki. Senja sudah semakin menghilang, dia menerawang ke atas, langit jingga sudah mulai berubah gelap dan lampu-lampu jalanan sudah berebut untuk dinyalakan. Teringat gadis tadi, pertokoan di seberang menggodanya. Sam melangkah cepat, dan memasuki toko buku yang entah dia sendiri tak pernah sadar selama ini ada toko buku disana. Bahkan dia tidak begitu suka dengan buku. Dan demi apa dia melenggang di bagian novel. Sejak kapan dia menyukai cerita romansa bercinta> Bahkan dia selalu menyindir kakak perempuannya yang suka menghabis-habiskan uang untuk novel, sekarang dia sedang apa>
“Dimana buku itu> Senja Bercinta” Gumamnya, dengan terus mencari di rak-rak buku yang tak terhitung jumlahnya. Sekitar sepuluh menit, Sam sedikit frustasi hingga akhirnya ada gadis belia sedang memegang buku itu, Sam bertanya.
“Dimana kamu dapatkan buku itu>”
“Aduh om, ini ada dirak novel keluarga. Beli buat pacarnya ya” Goda gadis itu dan pergi.
Sam mati kutu disitu, ‘pacar’ batinnya berteriak. Aku bahkan tidak mempunyai teman dekat wanita. ‘Tapi aku bukan Gay’ hatinya bergejolak dengan anggapan tentang lelaki berumur, single, mempesona adalah gay.
“Apakah aku mempesona>” Haha Sam menyeringai dirinya sendiri.
“Novel keluarga kenapa judulya begitu>”
Ya, novel itu didapatkan Sam ditumpukan buku dirak paling depan dari novel keluarga. Hatinya lega.
Sesampainya dirumah, kakak perempuannya sedang berlinangan air mata didepan DVD ruang tamu.
“Hei.. kenapa kakak tidak menontonnya dikamar> Bikin malu tau kalau ada yang datang. Aku saja terkejut”
“Diamlah Sam, pemeran utamanya tenggelam di lautan pas senja” Dengan mengusap matanya pake tissue.
Senja, mendengar kata itu Sam bergidik dan ikut duduk disamping kakaknya.
“Sedang apa kamu> Ingin menggodaku> Sudah masuk kamarmu sana”
“Aku hanya penasaran, kenapa kakak sampe segitunya>”
Kakaknya mulai menceritakan awal kisah film percintaan yang menyedihkan ini.
“Seorang gadis senja yang selalu datang ke sebuah taman kota di Venice. Dia membuat penasaran pemuda asal Mexico yang sedang berlibur seminggu disana. (Sam sudah mulai memvisualisasikannya). Hari pertama, pemuda itu hanya melihatnya. Hari kedua, pemuda itu berkenalan dengan gadis itu. Hari ketiga, mereka memutuskan untuk pergi ke bibir laut Adriatik. Pemuda itu menyatakan perasaannya, pemuda itu memberi sapu tangan jingga  dengan hiasan bunga. Dan gadis itu mengatakan “Cinta itu kata yang dikehendaki Tuhan kapan datangnya”. Hari keempat gadis itu tidak datang ke taman saat senja. Pemuda itu bingung. Bahkan dia tidak tahu rumah maupun kontaknya. Hari kelima, pemuda itu sudah menunggu di taman dari pagi hingga senja. Tidak mendapati gadis itu, ada seorang ibu-ibu setengah baya mengahmpirinya.
“Kamu menunggu gadis senja itu>”
“Iya”
“Dia tenggelam di Lautan Adriatik senja kemarin, makanya dia tidak datang. Dia hendak mengambil sapu tangannya yang keseret ombak. Dia tidak bisa berenang” Seketika hati pemuda itu teriris dan tegang, jantungnya berdegup tak karuan. Sapu tangan itu darinya. Pemuda itu menangis karena merasa dialah penyebabnya. Gadis cantik itu berakhir di Senja Adriatik. Sangat romantis. Tapi begitu menyedihkan Sam. Dihari keenam, pemuda itu meninggalkan separuh cintanya di Venice dan setiap taun datang ke bibir pantai menatap senja yang tak berdosa. Hiks, , ,”
“Apakah cinta seperti itu mungkin kak> Cinta pandangan pertama, kenapa harus senja>” Sam baru malam ini merasa hatinya goyah dengan kata senja.
“Hei, cinta itu didatangkan Tuhan. Tapi, pada mereka yang atas dasar rasa, bukan nafsu. Ingat Sam. Karena pembuat naskahnya suka senja.”
“Ah, sudahlah aku kekamar dulu. Hentikan tangisanmu kak. Kamu jadi terlihat jelek.”
“Ya! Dasar batu, patas saja tidak ada gadis yang mendekatimu”
“Weeek, kakak juga”
Malam itu, sam mulai membaca lembar-lembar pertama novel senja bercinta yang tak lama kemudian membuat kantuknya tak dapat ditahan. Dia terlalu lelah.
Pagi itu dia terbangun, Sam berangkat lebih awal. Di meja makan, Papa dan Mamanya sedang sarapan, sementara kakaknya sudah beranjak ke perkebunan stroberi miliknya di sudut kota sana.
“Pagi Sam”
“Pagi Pa. Papa tidak ke kantor>” Sam heran kenapa papanya tidak memakai kemeja rapi kantornya.
“Kamu masih belum ingin bekerja di kantor papa, Sam>”
“Sam masih butuh waktu pa.”
“Sampai kapan Sam> Kamu sudah tumbuh dewasa. Kamu mau terus-terusan jadi pegawai kantor orang lain> Sementara papamu butuh” pembicaraan pagi ini teramat santai
“Lusa, Sam dapat proyek baru pa, kalau saja tidak berhasil. Sam akan langsung menemani papa” Sam memakan roti telur itu perlahan
“Sam, papa butuh ahli pemasaran sepertimu. Papa yakin kamu sudah cukup ahli, dua tahun cukup kamu bekerja di kantor orang lain bukan”.
“Iya pa, Sam tahu. Sam ingin meyakinkan papa.”
“Papa sudah yakin Sam” papanya meyakinkan Sam dengan menega kopi hangat miliknya.
“Hha, papa bisa saja. Sam berangkat dulu pa. Ma, Sam berangkat.”
“Hati-hati Sam. Kamu jangan terlalu focus kerja, carilah kekasih. Jangan seperti kakakmu yang masih terlalu fokus sama kerjaan.”
“Iya Ma.”
“Kamu tak mau membawa mobil, Sam> Tak tega melihatmu gelantungan di kereta.” Goda papanya.
“Papa jangan khawatirkan Sam. Haha”
Sam melenggang pergi. Pagi yang cerah, Sam berangkat dengan Bis kemudian Turun di Stasiun. Pagi ini dia mendapatkan tempat duduk, karena memang dia berangkat lebih awal.
Betapa terkejutnya, setelah melewati beberapa stasiun, gadis kemarin senja naik. Dan betapa terjerambabnya dia, gadis itu duduk disebelahnya. Wangi vanilla itu tetap menggoda. Pagi ini dia memakai celana panjang, kaos putih dan topi. Sepertinya dia suka warna putih, kulitnya juga putih. ‘Cantik sekali’ batinnya.
Setelah beberapa menit meneguhkan hatinya untuk bertanya, akhirnya Sam memberanikan dirinya.
“Kamu suka baca ya>”
Gadis itu sedikit terkejut
“oh, Hallo. Iya, cukupan lah.”
Sam tidak menyangka ternyata gadis ini ramah. Asyik juga.
“Aku kemarin melihatmu membawa buku yang berbeda dengan hari ini”
“Wah, benarkah> Perkenalkan, namaku Elen. Aku bisa baca buku satu sehari.” senyumnya riang
“oh.. oh A..aku Sam. Aku selalu naik kereta, tapi baru kemarin melihatmu” Sam terbata gugup. Kembali menguatkan jantungnya yang semakin berdegup.
“Ya, aku berkeliaran di daerah sini baru dua mingguan. Kantor penerbit pindah. Jadi akupun ikut pindah.”
“Kamu seorang penulis>”
“Bukan. Aku hanya editor. Kamu pasti pegawai”
“Iya, senang bertemu denganmu, Elen. Tapi kita harus berpisah dulu. Sampai jumpa nanti sore yah” Elen tersenyum, Sam beranjak dan tak sengaja menabrak pintu kereta listrik itu.
“Hati-hati, …Sam”
Perasaan Sam, membuncah. Bagaimana bisa dia menabrak pintu kereta yang belum terbuka itu. Memalukan sekali. Tapi, hatinya senang. Sam tahu namanya, Elen. Tapi, apakah laki-laki kemarin itu kekasihnya> Hati Sam mulai rancu lagi. Bimbang seperti Ibu yang takut kehilangan anaknya.
“Aku belum dapat kontaknya. Nanti sore harus berjalan lebih baik. Berbicara santai dan tenang. Fyuuuh”. Sam melangkah penuh semangat pagi ini.
“Syalala, dududu”…

2/19/2013

Liburan isi Mengkudu


Merugi,

Hallo semuanya. Lama gak nongol. Kangen gue sma lu (blog). Hmpt..barusan datang, kalau langsung ngomongin judul diatas noh kagak enak. Mending basa-basi dulu nih, mumpung liburan. Yah, semoga blog ini gak ngerugiin orang banyak. Yah, walopun udah jelas-jelas ngerugiin. Isinye aja kagak ada bobotnya. Yaudahlah, udah kebanyakan nih basa-basinya. *sigh (basa-basi gagal)

Mungkin definisi merugi disini bukanlah warna hijau, bukan pula financial yang diperebutkan. Merugi disini adalah sebuah pilihan yang gue jadiin bahan atau rutinitas gue selama liburan semester ini. Maafkan anakmu ini bundo :’( . Bahkan dosa selalu bayang-bayangin tidur dan mimpi gue. Itu adalah hal yang sangat random dalam hari-hari gue. Yah, kata rugi itulah yang nge-hantu-in gue semingguan ini. Gimana enggak rugi coba? Bangun tidur cuci muka, abis itu bantuin mamak masak, paling gak sampe dua jam. Trus pasti guling-guling di depan laptop sampai tengah hari dengan kondisi belum mandi. Miris gak tuh? Siangan dikit pasti gatel-gatel badan ini. Trus nyalahin bantal guling.

“Ini bantal ama guling gak pernah dicuci apa ya?”

Trus abis bilang gitu, si mamak pasti nyeletuk

“Yang gak pernah dicuci itu badanmu. Udah mandi sana. Sholat”

Baru deh habis di celetukin, langsung cepet-cepet mandi, tapi kadang juga masih nunggu sore. Segeeer! Itu pasti lah. Kemudian dengan hati dan pikiran yang fresh sholatlah. Bahkan sholat aja hampir 3 jam. Lama? Gimana gak lama, orang sholatnya sepuluh menit. Trus sisa 2 jam 50 menitnya ngapain? Ya tidur. Kebo banget dah pokoknya. Jangan ditiru ya friends. Padahal seharusnya di masa liburan kayak gini tuh dimanfaatin buat ngulas pelajaran yang bakal dihadepin semester depan. Bukannya cuman ngabisin waktu, buang-buang waktu yang gak tahu buat apa, baik di fb, dan di twitter yang malah ngerepotin banyak orang. Bukan nyalahin medianya. Tapi, nyalahin diri gue yang gak bisa manage dan gak bisa nge-hargain waktu emas ini. Merugi gak tuh gue? Merugi itulah yang gue maksud disini.

Sering kepikiran kalau tulisan dan omongan gue gak ada manfaat sama sekali. Semacam gas yang dibuang hanya untuk membersihkan perut. Kepingin secepatnya bisa ngejaga tulisan dan omongan supaya gak banyak korban asap akan gas buangan dari mulut gue ini. Yah, walaupun dari terbit fajar hingga terbenam matahari gue macam kentut yang berkeliaran, di beranda, di timeline, dan di kehidupan orang lain tapi, di saat senja datang dan disertakan temaram yang menenangkan jiwa gue berusaha ngejaga mulut ini, semakin menyadarkan diri jikalau Tuhan tak pernah mengingkari hambanya jika kita tak mengingkari-Nya. Betapa sang Maha Kuasa memberi kehidupan yang berwarna ini buat gue. Gue bisa online, bisa jailin adek gue. Itu karena kehidupan yang diberikan oleh Tuhan ke gue juga ke kalian. Tapi, betapa meruginya gue belum bisa manfaatin kehidupan sekali ini untuk hal yang lebih bermanfaat.

Malam yang larut terkadang melarang jiwa dan raga ini terjaga. Minta pengampunan dari Tuhan atas gunung dosa yang gue lakukan seharian. Itu sakit, sakit tatkala mengingat kata-kata kotor, kata-kata yang tak layak diucapkan untuk hasil yang nol dalam kehidupan yang telah dilalui seharian di media, di rumah, di mall, dan dimanapun. Dan yang didapatkan hanyalah kesenangan belaka bukan yang lain. Pengen banget sadar-sesadar nya. Mengurangi kegiatan yang malah ngerugiin gue. Trus nge-handle­ dengan hal baru yang lebih di ridloi.

Buat friends, gue mau ngasih tips nih supaya kalian gak merugi kayak gue saat liburan. Semoga ini diperkenankan oleh Tuhan. Amin. Berikut tips-tips nya:

1.     Mulailah liburan dengan bacaan “Bismillah” supaya gak ada kesalahan dalam melangkah. Dengan harapan tidak melakukan tindakan yang merugi saat liburan berlangsung.

2.    Isilah liburan dengan sesuatu yang bikin lu seneng dan dengan catetan itu bermanfaat.
·         Nulis, lu bisa jadiin sebuku tuh tulisan-tulisan selama  liburan.
·         Masak, bikin aja perkedel siang malam kan banyak tuh, trus minta tolong tetangga buat jualin (dapet duit tuh).
·         Renang, kan lagi musim banjir nih, kamu merantau aja buat jadi tim penolong/penyelamat korban banjir << Siapa tahu kamu dapet “nobel” gegara sering nongol di lokasi banjir.
·         Nyanyi, bisa jadi agen minyak nih << berarti suaranya melengking dong, cukupan buat nereakin “Minyaaaak, Miiinyaaak”.
Dan masih banyak contoh yang lainnya yang gak bisa di terjemahin lebih.

3.    Jika lu ingin ngebantu keuangan keluarga, gak ada salahnya juga lu pada kerja paruh waktu. Tapi ingat, lu harus minta ijin dulu sama orang tua. Kalau orang tua ngijinin maka kerjaan lu akan lebih mulus selama waktu yang kamu tentuin. Dengan tidak mengisi penuh satu bulan liburan lu hanya untuk kerja. Kenapa? karena lu bakal keteteran nyiapin apa aja yang harus disiapin di semester depan. Sepertinya ada beberapa syarat yang harus lu selesaiin dahulu sebelum memutuskan untuk kerja paruh waktu. Pertama, urusin IP apakah perlu dibeliin soda kue atau gak *eh. Kedua, urusin KRS yang harus lu pikirin mateng-mateng apa yang mau lu ambil di semester depan dengan syarat lu harus siap ama kejutan-kejutan-nya. Sepertinya kedua  hal itu yang harus lu inget baik-baik. Dan weit, rajinlah tengokin cybercampus. Cuma mastiin aja, udah di approve dosen atau belum. Jadi saat lu kerja tinggal nyelesaiin aja proses KRS-an nya. Oh ya, gue juga ada beberapa pekerjaan yang mustinya lu hindarin saat liburan semester. Pertama, jangan kerja jadi kuli bangunan. Bukannya apa-apa. Tapi, lu bakal kecapekan trus saat liburan udah kelar, lu opname sebulan. Nah, habis tuh duit gajiannya buat ngobat. Kan repot jadinya. Kedua, jangan jadi teller bank. Bukannya apa-apa, karena entar nunggu tes satu, tes dua, trus interview, gue yakin banget bakal ngabisin waktu liburan lu. Dan gak dapet apa-apa. Ketiga, jangan jadi tukang bakar ikan. Bukannya apa-apa, karena Mamak sama Ayah entar takutnya gak ngenalin lu siapa? Dan ternyata anaknye. Gimana tidak? Orang muka lu dipenuhin asap seharian, jadi macam pantat panci. Ehm, gue saranin sih jadi waiters, atau jaga toko gitu. Pokoknya yang ringan lah. Kan bukan di prioritasin banget, cuma buat ngisi libur semester. Gaji kecil gak masalah, toh lu dapet pengalaman baru kan.

Yah, sekian cincongan yangbisa gue bagi ke kalian. Maaf ya kalo gak guna. Semoga ngasih tambahan referensi buat kalian di liburan semester depan. *mikirin TEXTBOOK*

Dengan hal di atas, mungkin liburan lu akan lebih bermakna. Pelajaran juga buat gue, gak Cuma mantengin timeline yang Cuma bikin mata panas. Tapi lakukan hal yang ‘menghasilkan’. Semoga Tuhan senantiasa memberi kita kenikmatan. Dengan tetap Tawakal dan Istiqomah dijalan-Nya. Dengan tidak mengingkari nikmat yang tanpa terkecuali selalu datang kepada kita semua. Amin.

~SEKIAN~

11/14/2012

Aku Mencintaimu


Kebahagiaan seperti ini, aku mencintai Mereka (Kebahagiaanku)

Malam, aku bertanya
Pagi, aku mendapatkan jawaban
Kebahagiaanku tak bisa ku bagi
Aku tersenyum, berharap dan berdo’a

Semoga itu nyata, takut
Takut, itu nyata bagiku namun abu bagi mereka
Aku mencintai, cinta akan cinta mereka
Aku menyayangi, sayang kasih sayang mereka

Semua harus nyata bagi kita semua
Bukan hanya satu sisi, yang selama ini hanya kudapatkan
Senyummu, aku takut
Aku takut terlalu bahagia, ternyata mereka gelisah
Gelisah akan pertanyaanku dan perkataanku

Timbullah bercik dosa
Dosa kerana tak patuh dan taatku selama ini
Sengat matahari tadi menyenggolku
Mengatakan “kamu harus melakukan apa yang kamu butuhkan, bukan apa yang kamu inginkan”

Aku mennagis bersama matahari, senyumnya meneduhkanku
Panasnya menghujamku, rela…
Sekarang, untuk mereka
Besok, untuk mereka
Tuhan ada atas mereka untuk aku

Aku mencintaimu
◠‿◠


11/13/2012

Rindu


Hello, aku kangen kalian semua. There’s no reason to say sad or something bad here.  Ayo kita berbagi cerita disini dengan segala macam gundah yang kalian rasain. Jujur, ingin sekali berbagi segala macam yang telah terjadi dalam hidupku tiga bulan terakhir. Aku merasa telah berabad-abad tak menjamah blog ini. Seperti rumah angker yang tak berpenghuni dipenuhi dengan tumbuhan rambat yang memenuhi pagar dan dinding.
Berbicara tentang tumbuhan rambat yang memenuhi pagar dan dinding. Apakah kalian tidak merasa iba? Jujur, hatiku menjerit. Tidakkah itu suatu penganiayaan. Suatu bangunan dirusak, kembali di bangun dan berakhir mengenaskan. Bangunan yang terabaikan, ditinggalkan, tak bermakna dan hampa. Sakit lhoh lihatnya.  Bangunan itu merasa sendiri, hanya berteman angin dan debu. Sebal dengan cemooh orang tentang segala sesuatunya. Mungkin jika dia bisa berteriak, dia akan meneriaki debu dan angin agar membawanya pergi ke manapun agar menghilang dari sana. Mungkin Bnagunan itu sedang merindukan atau sangat merindukan si empunya.
Rindu, aku mempunyai sebuah puisi untuk sang kekasih yang senantiasa menantiku di seberang sana.

Kekasihku, Sendiri.

Sendiri menapak cita
Sendiri menapak mimpi
Bertemankan Do’a


Sendiri bukanlah obsesi
Bukanlah pesimisme
Bukanlah konsep ataupun teori


Sendiri membawaku pada canda
Membawaku pada tawa
Dan membawaku pada-Nya
Bisik  kesendirian membuatku sepi
Terkadang membuatku bising
Tak pantang membuatku menjerit akannya


Garisku bersamanya?
Pembicaraan yang terlalu naïf!
Berjalan dengan kesendirian tak ujung memberi nyaman


Tunggulah aku diseberang sana
Membawa cinta yang telah kau tanam
Rajutan cinta telah tertata rapi
Dengan janji, Ribuan janji
Meskipun takut tertipu dengan angin belaka…
ã… ^ã… 


6/26/2012

Beribu Persepsi

Beribu Persepsi
Kawan-kawan sekalian, gue kembali dengan judul baru ‘Beribu Persepsi’.
 Persepsi, kata yang terkadang bisa membutakan mata hati manusia. Persepsi adalah suatu kata dimana disertai dengan ulah, anggapan, dan kegiatan yang terlalu menerka-nerka. 

Persepsi adalah sebuah proses saat individu mengatur dan menginterpretasikan kesan-kesan sensoris mereka guna memberikan arti bagi lingkungan mereka.Perilaku individu seringkali didasarkan pada persepsi mereka tentang kenyataan, bukan pada kenyataan itu sendiri. (CRE: WIKIPEDIA)
Dari berjut-jut manusia yang hinggap di dunia pastilah punya persepsi/pandangan mengenai manusia yang lain, juga mengenai suatu hal. Bahkan terkadang saking kurang kerjaannya, hewan pun dipandang aneh saat memakan rumput. Begitu pula saat ada perempuan yang sangat cantik dianggap aneh bisa hidup di dunia. Itulah kerjaan orang yang kurang kerjaan. Sekali lagi kalimat <-- adalah persepsi.
Disini gue bakal bicara tentang persepsi gue terhadap ulah puluhan manusia diluar sana yang gue anggap ‘aneh’. Oke, mungkin cap cis cus nya dilanjut entar. Sekarang kita mulai dengan opini gue mengenai hal diatas.
Yang pertama, persepsi gue tentang cowok yang duduk gak ngangkang pas naik motor. Ini muncul karena selama ini gue selalu ngeliat cowok kalo naik motor pasti ngangkang. Nggak banget.
1.                   Bawaan lahir
Karena dia emang kemayu, atau emang nggak sombong kalo dia bisa ngangkang. Mau nyalahin siapa lu kalo kek gini? Emang rendah hati. Gue tuh selalu berpikir positif tentang mereka yang seperti ini.
2.                   Celana bolong
Gimana dia mau ngangkang kalo misalnya celananya bolong. Bisa keliatan dong dalemannya warna pink. Cucok lah. So pilihan yang paling tepat adalah ngelipet selangkangannya.
3.                   Tanpa dalaman
Yaelah bang, ngapa sampai lupa sih? Kan bahaya. Yah karena saking gugupnya, dia langsung nyelonong naik motor, padahal dia pake boxer doang. Kalo dia ngangkang, isis dong. Jadilah dia gak ngangkang. Bisa lepas entar kalo ngangkang. Nah lo…
Yang kedua, persepsi gue mengenai banyak cewek yang suka memakai baju dan celana ketat. Wuih sexy uh oh. Apa sih alasan mereka memakainya? Ingat *persepsi gue*

1.                   Jomblo
Lhoh? Sebenarnya asumsi ini memyudutkan para single yang sedang sendiri sekaligus jomblo. *ooh*. Ini menyatakan bahwasanya mereka memakai ketat ‘atas-bawah’ ingin menonjolkan aura dari diri mereka <?> atau dari tubuh mereka <y> #entahlah. Padahal ya, gausah pake ketat juga udah menonjol. Tapi mungkin anggapan mereka jikalau memakai ketat lebih terasa mudah untuk menggaet lawan jenis. (nggak deh) mungkin dengan begitu -jomblo- nya akan lari.Tapi, tindakan ini teraman sangat memancing kejahatan. entah modus ataupun keinginan.
2.                   Lagi Hemat
Yah. Karena tak suka berbelanja dan menghamburkan uang. Ini mungkin realistis juga. Bayangkan saja di jaman yang millennium ini apa coba yang nggak make uang? Buang kotoran aja bayar. Aelah. Sehingga membuat manusia muda --> cewek berhati-hati di saat mengeluarkan uang. Jadi, banyak dari mereka untuk me-re-use baju dan celana SD atau baju dan celana milik adiknnya. Lebih irit lagi ini. Kan seperti pepatah yang bilang ‘HEMAT PANGKAL KAYA’ wahh bilang aja PELIT. Hahaha. Ya kalo memang diputuskan untuk melakukan itu, kalian harus pandai pilih-pilih warna buat pakaian daur ulang nya. Janganlah pake warna hijau, mau lo jalan di mall disangka LONTONG <pating pecotot>. Nggak lucu lah.
3.                   Profesi
Nah yang ini memang agak sedikit disetujui (mungkin). Kalo profesi mereka dancer, musti butuh banyak gerak. Gak mungkin mereka pake daster kemana-mana. Nggak lucu kan? Nah ada lagi kalo profesi loe perenang, gak mungkin juga kemana-mana pake baju klombyor. Bisa lepas lah kalo loe lagi berenang.
4.                   Modus
Nah, yang ini kadang gue lakuin juga. Dan mungkin beberapa cewek yang di anugerahi berat badan lebih. Lol yah, tepat buat menekan lemak yang ada di tubuh agar terlihat lebih langsing. Meskipun nggak ngefek-ngefek banget. Tapi, yang namanya usaha juga nggak ada yang sia-sia. Ngarep banget deh.
Gue kurang setuju sama pakaian ketat, yah kan agama islam tidak ngijinin lah pakenya. Dalam al-qur’an juga udah tertulis jelas jikalau tubuh wanita adalah aurat yang harus ditutupi.

Yang ketiga, ini adalah persepsi gue mengenai cowok yang suka ngangkang kalo naik motor. Kebalikan dari persepsi gue yang pertama. Hal ini terkadang juga terasa tidak nyaman untuk dilihat. Yuk mari, gue kasih tau persepsi gue.

1.                   Bisul
Oke, alasan yang paling masuk akan untuk ngangkang bukan?! :D. lagian yah, tuh bisul sembarangan ajah singgah di selangkangan. Kalo nggak ngangkang, bisa betah tuh bisul di situ. Gak kebayang pas lagi boker gimana ya?
2.                   Biar Gaya
Aelah, sok-sokan gaya. Muka kayak bungkus semen aja belagu. Ngangkang 50 meter. Kasian tetannga sebelah kalau mau nyalip pikir-pikir nyenggol motor lo ato kagak. Bisa berabe lah itu.
Gaya-gayaan biar terlihat maco. Toh lu naik motor, ngangkang, tapi bedak tebel dimuka loe nggak nahan. Mana nyolong milik emaknye. Jatohnya jadi cantik. Maco dari mana? Aelah.

Yang keempat, persepsi gue mengenai cewek yang kebanyakan selalu nangis tatkala diputuskan kekasihnya. Hal yang sama sekali bukan alasan untuk terpuruk. Memang mengatakan untuk bangkit  sangat mudah, tapi tatkala melakukannya, bagaikan tertimbun dalam nisan. Bahkan ini dikutip dari ucapan ‘duta Move On’ --> @poconggg <3 <3 <3. Oke, ini persepsi gue mengenai, mengapa mereka menangis?

1.                   Mental
a.       Mereka belum siap mental untuk diliat teman-temannya tatkala jalan sendiri dan harus menjawab ketika pertanyaan ini muncul “kamu jomblo ya?” dan harus menganggukkan kepala. Berarti ‘YA’.
b.      Belum siap mental tatkala diajak jalan temen, dan temennya itu bawa gebetannya. Sementara elu, gandeng tuh bayangan tukang bubur ayam deket pengkolan. Aelah, ribet banget. Apalagi saat temenmu ngenalin kamu ke pacarnya, “dia belum laku” sialan banget nggak tuh. Padahal sebenarnya lu tuh mau jawab, “bukannya nggak laku, melainkan terlalu jual mahal” namun kalimat itu hanya tersimpan rapat dalam lubuk hatimu paling dalam yang terletak di dalam sebuah kotak kecil yang di gembok dan kuncinya jatuh di lubang kepiting --> teramat dalam. (ini berlebihan sekali pemirsah.)
c.       Belum sipa mental ketika kamu tak bisa membayangkan jikalau harus menatap nanar hadiah-hadiah yang telah di’beli’kan sang pacar. Tak bisa membayangkan, “siapa lagi yang akan memberiku hadiah seperti tu?” #matre sekali ini cewek.
2.                   Rasa Takut
Takut jikalau tidak ada yang mengantar dan menjemput tatkala sedang ingin jalan ke mall. Sedang ingin nyalon. Sedang ingin karaokean. Dikala jiwa terasa malas namun raga membuthkannya. Mengulik kisah mahabarata. (ini ngomongin apa?)
Takut jikalau uang bulananmu akan terkuras habis. Karena, tiap kali makan, belanja, dan boker di ponten umum, tidak ada yang ngasih sumabangan buat lo. Ckck (kasian sekali)

Yang kelima, persepsi gue mengenai mengapa sih cowok suka ngebohongin cewek? Sialan banget tuh cowok.

1.                   Jomblo
Karena terlalu berjikutat dengan mitos keluarga yang menyatakan jikalau loe bakalan jadi jomblo hingga usiamu 45 tahun. Sounds weird kan jeung. Sehingga loe berbohong pada cewek yang loe suka. Dengan mengatakan bahwa, loe gak kenal ama keluarga loe sendiri. Ckck (sadis--> afghan banget kan). Dengan begitu loe bisa membantah mitos ke-jomblo-an keluarga loe.
2.                   Hobi
Yaelah, kreatif banget yah jadi manusia. Sampai-sampai bohong pun dijadiin hobi. Dalam benaknya mungkin, terbesit pernyataan yang menyebutkan jikalau ‘berbohong untuk kebaikan tak salah’ --> pernyataan orang depresi nih. :P. nah, jikalau generasi kita seperti ini, bisa-bisa Negara ancur gara-gara ulah pribadi individunya sendiri.
3.                   Gengsi
Masih jaman gituh ‘Gengsi’ dijaman yang udah ‘bubrah’ ini? Udah kuno tuh alasan dude. Kalo ekstrakulikuler ini dibudidayakan, seperti apa negeri tercinta ini? Bisa-bisa seluruh budaya yang ada di Negara ini bisa ludes diborong Negara tetangga dengan diskon yang tinggi. Ckck.
Gengsi bahwa loe anak petani, sehingga loe ngarang cerita bahwa bokap loe adalah direktur perusahaan tekstil. Nah loh, gengsi disini merujuk pada persepsi gue yang kedua.
Gengsi karena teman-temannya pada bawa ponsel galaxy tab, sementara dia bawa lembar daun singkong *gak lucu* sehingga dia nge-rental ponsel dari konter *diskon*.

Yang keenam, persepsi gue terhadap kegiatan rutin cewek-cewek kalo lagi ngumpul --> Ngerupi Ciiiiin. :D. Disini, sangat memojokka sosok cewek yang merasa sering ngerumpi (tunjuk diri sendiri #lol)

1.                   Lapar
Hah? Persepsi yang bikin gue lapar. Gini yah, kita bisa menahan rasa lapar dalam kita jikalau terlibat perdebatan sengit mengenai suatu hal yang kita anggap patut untung diperdepatkan. Misal nih, idola kamu yang begitu digadang-gadangkan terkena skandal kehidupan yang teramat pilu karena mengkonsumsi obat-obatan terlarang, gak mungkin kan loe bakal nangis guling-guling diliang tikus yang bergelimang uang (?).  yang bakal loe lakuin adalah nyari kebenaran dari berita itu terlebih dahulu, kemudian masuk dalam forum komunitas yang satu spesies dengan loe, dan membahas semua hal mengenai dia secara rinci. Sampai-sampai tidak sadar jikalau ceritanya sudah berlanjut pada kisah tetangga sebelah yang nikah muda karena PBM. *ih atuuut ‘O’*
2.                   Jatuh cinta
Bahkan karena perasaan itu, 48 jam loe habisin buat ngerumpi gak bakal kerasa kalie. Bayangin aja deh, disaat loe sedang deg-degan ngeliat cowok inceran loe apa yang bakal terjadi? Loe bakal gandeng temen cewek loe *sahabat* loe certain segala sesuatu yang sedang loe rasain saat itu. loe gak henti-hentinya pegang dada loe, yang loe kata ‘hati gue sedang gak bisa diajak kompromi, nge-beat banget bersa ngajakin breakdance’. 

Oke, sekian yang dapat gue bagi ke kalian. Segitu aja yah guys, nanti kalo kebnayakan malah bikin mual. Dzalim dong gue jatohnya. So, enjoy it. Maybe, there’s nothing possible, u just reject it, and use it for fun. Thanks

5/17/2012

Mimpi Random bareng @shitlicious & @benakribo


Sabtu malam tanggal 12 Mei 2012, ada agenda khusus malam mingguan. Biasalah, kan anak muda getoh. Gue baru 17 tahun. Jauh lebih muda gue kan dari @shitlicious. Apalagi kalo bukan online? Yah, agenda paporit itu mah online. Berhubung gratisan internetan lagi bejibun, gue puas-puasin lah buka twitter.com, www.dafminsun.blogspot.com , dan lain-lain. waktu itu, nggak sengaja banget baca timeline @shitlicious. Seperti inilah…
“ @shitlicious : Temen2 yang di Surabaya sampe ketemu tanggal 14 mei buat meet n greet #SKRIPSHIT ya! :D ”
Ini adalah malam minggu ter-pojok dalam hidup gue. Apalah.
Gue terdiam untuk sesaat, tanggal 14 Mei 2012  itu kan hari senin. Kenapa musti senin sih?  ‘Senin itu ada bimbingan belajar bang’ bergumamlah gue sendiri. Gue masih  berusaha untuk menenangkan diri.  Tapi, tetep aja hati gue bergidik pengen pergi ke M&G nya @shitlicious di Surabaya. Gimana gak gitu coba? Bayangin ajah, Alitt datang di 4 tempat. Tunjungan Plaza, Gramedia Expo, Gunung Agung Delta & Hard Rock FM. Gimana gue gak keki? Akhirnya malam itu gue sudahi dengan kegalauan. Nangis dipojokan sambil ngentot jempol kaki. Hiks hiks… :’((
‘gue nggak berharap entar  malem mimpi ketemu lo bang Alitt.’ Gumam gue menatap langit yang semakin suram dibalik tirai jendela. (kayak di pil-pilm pas si cewek lagi ngambek ama pacarnya. Ahsyek.)
Harapan gue jadi nyata! Mimpi gue tanpa @shitlicious. Minggu itu gue jalani hiup dengan biasa aja. Tatkala gue liat gambar bang Alitt di wallpaper NB gue.

 Betapa rentanya hati gue…pengen nangis rasanya. Akhirnya pagi itu gue putusin buat bilang emak.
“bu, besok hari senin!”
Emak yang lagi nge-blender bumbu lodeh cuman noleh disertai suara berisik tuh mesin giling.
“…”
“buu, dengerin nggak sih? Besok tuh bang Alitt datang ke Surabaya! Aku pengen kesana!”
“apa? Si skripshit itu? mampir kesini nggak?” yaelah masak si skripshit? Bang Alitt kalie mak.
“buuuu? Seriusan ini! besok aku kesana yah?”
“loh, piye to? Wong kamu les kan? Yo gak iso lah!” mama ngeliat gue penuh selidik
“trus kapan lagi ketemu bang Alitt nya?” gue udah gak bisa nahan air mata. Bukan karena bang Alitt tapi, bumbu yang dituang mama dari blender ke ember lah yang ngebuat gue nangis. Periiih booook!
“nggak usah nduk. Pake uang apa? Naik bis? Kereta? Sama siapa?” pertanyaan bertubi-tubi itulah yang gue dapet dari emak, bukanlah jawaban atas pertanyaan gue.
“wis kamu gak usah nangis! Yakini pada dirimu, suatu saat pasti bisa ketemu majikannya si Supri. Entah dimana itu?” emak tau nama kucing lu karena ikutan baca #SKRIPSHIT.
Emang bener sih kata emak. Jarang-jarang juga emak bilang gituh dengan gagahnya. I lope u maak. Berhubung gue kan cewe yang baik hati sejagad raya, gue sikapin kata emak dengan bijaksana. #pret
Minggu malam, gue nggak bisa jamin apakah bener gue nggak mimpi bang Alitt ato nggak! Gue memutuskan tidur lebih awal. Dengan pulasnya gue tidur ampek nggak tau kucing gue lahiran. #tragis. Memanglah gue pulas  tidur tapi, sebenarnya itu  SALAH BESAR! Bagaimana tidak? Jam 10 malem gue tidur, trus untuk apa jam 11.30 kebangun ngecek timeline @shitlicious. Hiks hiks betapa nanarnya muka gue waktu itu? pantengin timeline sampe mata melotot juga nggak akan nyulap gue tiba di Surabaya seketika. Apa pula itu? gue putuskan untuk tidur lagi. Tidak semudah itu, pukul 03.00 pagi terbangun dan dengan cepatnya ngecek timelinenya @shitlicious yang ternyata nggak tidur. Liat dia nge-tweet makan bakwan yang bikin gigi ompong lah dan banyak yang lain lagi. Itu ngebuat hati semakin sesek. Sebegitu deketnya malah gue nggak bisa datang. Cuman butuh 3 jam buat nyampe Surabaya gue nya. Tapi, apalah daya? Emak gak ngijinin apalagi si Bapak. Ya, gue memutuskan untuk tabahkan diri, hati  dan melangkah pasti biar bisa ketemu bang Alitt suatu saat nanti.
Senin yang ngebuat gue nggak bisa nafas dengan lega. Gue nggak mantengin timeline sama sekali. Takut nangis lagi book. Cukup pahit itu namanya. Gue ambil #SKRIPSHIT dan meraba penuh rasa tuh sampul buku. Jantung gue berdetak penuh rasa. Rasa seneng karena gue uda punya #SKRIPSHIT dan sedih karena nggak bisa ketemu sama yang nulis #SKRIPSHIT. Itu random banget tau.
Senin malam gue udah tekatin batin gue buat nggak cengeng kalo liat @shitlicious nge-tweet. Dan yah, gue berhasil. Gue nggak cengeng, malah mention-mention nggak jelas ke @shitlicious ama @benakribo walaupun nggak pernah di mention balik sama mereka. Melihat mereka nge-tweet aja bahagia setengah gila. Apalagi di mention! Bisa banting keyboard!. Sampe malem abisin waktu buat mention dua laki-laki itu. Random banget. Dan apalah yang gue dapet ? di mimpi gue? Bang Alitt dan bang Bena temenin gue di mimpi. Itu membahagiakan dan semakin bikin random. Seperti inilah mimpi gue…
Dimimpi gue itu hari masih cerah-cerah merah jambu. Disana gue kayak ada dikantor gituh, entahlah nggak tahu dimana tuh tempat. Dan betapa terkejutnya gue, disana ada Alitt Susanto yang sedang ngetik apalah. Gue melesat ke tempat dia ngetik. (kalian bisa bayangin tempatnya kan? Persis kaya dikantor pemda. Bentuk kantor bang Alitt benar-benar mirip seperti yang tak bayangin selama ini. Tapi yang sebenarnya sih nggak tahu juga.) gue teriak didepan dia…
“bang Aliiiiiiiiiiit, muah muah”
Bukannya jawab gue, bang alit malah melepas kaca mata itemnya. Dan kalian tau? Gue terpukau melihat wajahnya yang ganteng. Karena keseringan liat poto bang Alitt pas abis mandi, kalo belon mandi nggak tahu gimana? Paling kaya tukang parkir rumah makan sebelah -_- …
Nah, ternyata disana ada bang bena juga. Teriak juga gue…  
“bang Bena? Ternyata perut lu buncit yah! Rambutnya kribo lagi!” pernyataan yang gila! Kalo nggak kribo ngapa dia kasih nama @benakribo? Salah satu alasannya yah karena kribo. #guesinting deh.
Sama dengan bang Alitt, bang Bena juga cuman angguk-angguk. Tanpa pikir panjang gue mengeluarkan hape dan spidol dari dalam saku. (entah datangnya dari mana) dan jepret…jepret dengan mereka berdua. Senyum kebahagiann di bibir gue nggak mau nyingkir. Bener-bener seneng. Kemudian mereka coret-ceret baju gue (TANDA TANGAN). Abis dapet itu semua, gue pulang --> naik becak lagi!. #sadis
Betapa shocknya gue ngeliat bang Alit t ama bang Bena datang ke rumah gue dan sedang duduk dengan santai. Gue dimimpi itu aja sinting, apalagi aslinya. Gue jelasin posisinya yah,,,
Bang bena lagi ngesot disebelah kursi bang Alitt  duduk. Bang Alitt yang make kemeja kotak-kotak merah duduk penuh wibawa. Bang Bena pake kaos oblong warna item! Persis di blognya. Dengan celana jins warna coklat muda. (entah bang Bena punya ato nggak)
Tanpa menunggu, gue langsung teriak.
“waaaaaa aku ambil #SKRIPSHIT dulu. Minta tanda tangan kalian! Tunggu.” Langsung lari dan bukain ‘tolet’ tempat tuh buku gue taruh dan….nggak ada! Gue lari ke rak buku dikamar,,,, nggak ada! Dimana? Gue mulai panic dan kembali ke ruang tamu! Bang Bena ternyata lagi baca #SKRIPSHIT gue? Oh Tuhan, gue langsung toyor bang Bena karena bikin gue ngap-ngapan. Dan bang Alitt tanda tanganin tuh buku. Bener-bener seneng gue.
Itulah mimpi gue, dan gue terbangun tanpa ijin. Sialan. Gue kebelet! Ahh :O
Abis dari toilet langsung cari hape dan buka hasil poto di mimpi --> hasilnya (:X) nggak ada sama sekali poto gue ama bang Alitt maupun bang Bena! Iyalah, itu kan mimpi. Gila udah jungkir balik kalo ampek beneran. Gue langsung nagmbil #SKRIPSHIT di rak buku paling atas dan ngebukanya kasar (kali aja mimpi gue nyata! apalah)--> DOR nggak ada tanda tangannya bang Alitt. Lemeslah gue.
Segitulah cerita gue. Gue mikir, mungkin mimpi itu dating karena terlalu terobsesinya gue pengen ketemu sama penulis #SKRIPSHIT itu. juga karena abis mention-mention nggak jelas sebelum tidur, jadi kebawa mimpi. Berharap aja, suatu saat nanti bsa ketemu sama kalian berdua bang @shitlicious dan bang @benakribo. Amin ^_^
@shitlicious itu terlalu pinter ngerangkai kata yang ngebuat gue terbawa arus akan ceritanya. Gue jatuh cinta ama tulisannya bang Alitt saat gue baca Blog dia. Bener-bener bikin gue ngakak lah dan angguk2 nggak jelas. Juga karena bang Alitt mencintai jamban, itulah yang bikin gue cinta ama tulisannya. Karena tiap gue baca ‘JAMBAN’ pasti langsung  ketawa. Gue  udah khatam baca #SKRIPSHIT dua kali. Entar mau nambah lagi kalo gue lagi kangen sama lu. Pasti baca #SKRIPSHIT. Itu obat ampuh. Thanks bang Alitt. :*